Implementasi Sehati TeleCTG, Lombok Timur Perkuat Komitmen Turunkan AKI, AKB dan Stunting

lombok timur
Bagikan cerita ini

Kabupaten Lombok Timur mulai melakukan implementasi ekosistem Sehati TeleCTG yang terdiri dari TeleCTG, alat kardiotokografi digital berbasis IoMT, aplikasi Sehati Bidan, dan Sehati Dashboard, di Puskesmas Sembalun dan Puskesmas Sakra. 

Penerapan ekosistem Sehati TeleCTG merupakan salah satu upaya kabupaten Lombok Timur untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Stunting di daerah tersebut. Saat ini, AKI, AKB dan stunting masih menjadi persoalan besar di daerah ini. Sesuai data provinsi, AKB di Lombok Timur berada di posisi tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan angka mencapai 171 dari 516 kematian di provinsi tersebut. Sementara jumlah ibu yang meninggal di Lombok Timur mencapai 29 dari 97 kasus di Provinsi NTB.

Untuk mengawasi implementasi tersebut, Chief Product Officer Sehati TeleCTG, Abraham Auzan, mengadakan kunjungan kerja ke Lombok Timur, awal Juni lalu. Dalam kesempatan tersebut, Sehati TeleCTG juga menyatakan komitmennya untuk tidak sekadar menyediakan teknologi yang diperlukan tetapi juga ikut berperan dalam penangan penurunan AKI, AKB dan stunting. 

“Dengan TeleCTG, terbangun kolaborasi antara bidan dan dokter di RSUD. Kolaborasi ini penting karena ketika bidan mendeteksi risiko tinggi ibu hamil secara dini, mereka dapat melakukan rujukan dini terencana dengan dokter di Puskesmas, sehingga pasien bisa lebih cepat ditangani. Kami berharap penerapan teknologi ini dapat dengan cepat membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta stunting di Lombok Timur,” ucap Abraham Auzan. 

Menyambut kedatangan tim Sehati TeleCTG, Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy, menyatakan kesiapan jajaran tenaga kesehatan di Lombok Timur untuk menggunakan solusi Sehati TeleCTG secara optimal bahkan siap bertindak tegas kepada Puskesmas maupun tenaga kesehatan yang mengawal kesehatan ibu dan bayi. “Tidak boleh ada lagi kematian ibu di Lombok Timur,” tegasnya. 

Selain di Lombok Timur, Sehati TeleCTG itu sendiri sudah diimplementasikan di 28 kabupaten yang mencakup 11 provinsi di Indonesia, di antaranya Kabupaten Bener Meriah (DIY Aceh), Kabupaten Kupang (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Nias (Sumatera Utara), Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Sulawesi Selatan), Kabupaten Garut (Jawa Barat), dan Kabupaten Labuan Bajo (Nusa Tenggara Barat). Layanan Sehati TeleCTG yang berbasis IoMT, secara sinergis membantu ibu hamil dan bidan dalam memantau perkembangan dan kesejahteraan janin; mendeteksi faktor risiko tinggi pada ibu hamil; perhitungan kontraksi dan tendangan bayi; menginterpretasi hasil pemeriksaan dan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis bidan dan kandungan; serta penyediaan data real time yang ditampilkan dalam Sehati Dashboard bagi pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.