TeleCTG Permudah Akses Pelayanan Kesehatan Ibu saat Pandemi

pmb dengan telectg
Bagikan cerita ini

Badai pandemi belum usai. Saat ini wilayah Jawa dan Bali sedang menerapkan PPKM Darurat demi meredam laju pandemi gelombang ke-2 yang penyebarannya semakin menanjak tinggi sejak awal Juni lalu. Headline media didominasi berita betapa fasilitas dan tenaga kesehatan kewalahan melayani pasien terkonfirmasi Covid-19. Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan. Pasalnya, setiap kali fasilitas kesehatan penuh, maka akses pelayanan kesehatan bagi pasien non-covid juga terganggu. Tidak terkecuali ibu hamil. 

Sejak awal masa pandemi, bulan April 2020 lalu, Sehati TeleCTG sudah menyadari kesulitan ibu hamil mengakses fasilitas kesehatan. Oleh sebab itu, Sehati bermitra dengan 15 Praktik Mandiri Bidan di wilayah Jakarta, Bekasi dan Banten dengan alat TeleCTG. 

Mengapa CTG diperlukan? 

Pemeriksaan kardiotokografi atau yang biasa disingkap CTG merupakan salah satu pemeriksaan yang dianjurkan bagi ibu hamil, khususnya untuk mengetahui kondisi janin. 

Kondisi janin ini dinilai dari pemantauan alat CTG terhadap 3 hal, gerakan janin, kontraksi ibu dan denyut jantung janin. Denyut jantung janin merupakan salah satu indikasi kondisi janin. DJJ yang kurang atau lebih dari yang seharusnya, menunjukkan adanya masalah pada janin. Begitu pula jika gerakan janin tidak sesering biasanya, hal itu bisa menunjukkan adanya masalah. 

Seperti halnya CTG, TeleCTG yang dikembangkan oleh Sehati, mampu memeriksa keadaan janin melalui 3 indikasi tersebut. Yang membedakan TeleCTG dengan CTG adalah ukurannya yang portabel, cara kerjanya digital, dapat digunakan oleh bidan dan memungkinkan bidan melakukan telekonsultasi  dengan dokter spesialis kandungan. Bagaimana caranya? 

Setelah bidan melakukan pemeriksaan ibu hamil, hasil monitoring akan terkirim ke Pusat Konsultasi. Dokter di Pusat Konsultasi membaca hasil monitoring yang juga dilengkapi dengan data pemeriksaan ANC ibu untuk dapat melakukan interpretasi secara lebih lengkap. Hasil interpretasi kemudian dikirim kepada bidan pemeriksa melalui aplikasi Sehati Bidan. Selanjutnya, bidan dapat melakukan saran yang diberikan dokter untuk ibu hamil tersebut. 

Kolaborasi Sehati dan PMB dengan TeleCTG

Di tengah pandemi COVID-19, di mana imbauan #socialdistancing ditegakkan, keberadaan teknologi yang memungkinkan konsultasi jarak jauh antara bidan dan dokter bisa membantu para bidan untuk lebih berdaya dalam memberikan pelayanan kesehatan maternal.

Co-Founder Sehati Group, dr Ari Waluyo, SpOG,  mengatakan, “Lahirnya Sehati TeleCTG dilatarbelakangi keinginan untuk mendukung bidan sebagai garda depan pemberian pelayanan kesehatan maternal untuk ibu di Indonesia, sehingga pada akhirnya membantu mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta tengkes (stunting) di Indonesia. Untuk itu kami telah memfasilitasi 11 bidan praktik di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan 15 unit TeleCTG.”  

Upaya ini dilakukan dalam rangka memfasilitasi para Bidan dengan alat medis yang dapat membantu upaya pemberian pelayanan kesehatan maternal berkualitas berbasis telemedisin di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia, khususnya di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. 

Penyerahan 15 perangkat TeleCTG tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak 30 Maret hingga 3 April, 2020 lalu, yang diwakili Abraham Auzan, Co-Founder & Chief Marketing Officer Sehati Group, langsung ke PMB berikut ini:

  1. PMB Astrid: Jln Kemang Sari 1, GG. Hj.Wahab No 63 B , RT006 RW003 Kel Jatibening Baru Kec. Pondok Gede, Kab. Bekasi, Prov. Jawa Barat
  2. Birthopedia Care: Jl. Batu Giok Raya No. 91 RT.001/037, Rawa Lumbu, Kota Bekasi 
  3. Klinik dan RB Amira: Jl. Urip Sumoharjo No. 78 RT.10/RW.04, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kab. Bekasi.
  4. Klinik Nani Medika, Jl. Sosial No.18, Jatiwaringin, Pondok Gede
  5. PMB Ati Muryati: Bugel Mas Indah Blok C 22, N. 6 RT4/RW9, Kel. Bugel, Kec. Karawaci, Kota Tangerang 
  6. PMB Mastuti Lisnani: Pamulang Permai I Blok B-22/8 RT 1 RW 14 Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  7. Klinik Muchib’bat: Kp. Kadingding, RT 001 RW 002, Desa Bikin, Kec. Bikin, Kab. Serang, Provinsi Banten
  8. Klinik Pratama Mutiara Azzahra: Jl Bahari I, RT 09 RW 07, Kelurahan Gandaria Selatan        Cilandak, Jakarta Selatan
  9. Klinik Arasyiffa: Jl.Bona no 55 B Rt 04 RW 03, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur
  10. PMB Nila Waty Rocady: Jl. Pesing Koneng RT.008, RW001, No.3, Kelurahan Kedoya Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat
  11. PMB Bidan Eko Fitriana, A.Md.Keb, Jl. Buyut Sanun Buaran PLN RT 04/05, Kelurahan Cikokol Tangerang, Kota Tangerang, Banten
  12. PMB Bidan Siti Budiasih Amd.Keb, Jl. Cisadane raya no. 127 Perumnas 1, Kelurahan Nusa Jaya Karawaci, Kota Tangerang, Banten
  13. PMB Bidan Hj. Ripami, Jln. KRI Ajak No.42, Komplek TNI AL, Radio Dalam, Jakarta Selatan
  14. PMB Bidan Jamilah, Komplek Kejaksaan Agung, RT02/03, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  15. PMB Iin Handayani, Jln. Haji Soleh 2 RT 06/02, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Pemberian alat ini juga disertai dengan pelatihan singkat mengenai penggunaan alat dan praktik keselamatan Bidan dalam pemeriksaan ibu hamil di tengah pandemi COVID-19. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.