Mengapa Antenatal Care (ANC) Esensial bagi Ibu Hamil?

antenatal care
Bagikan cerita ini

Berdasarkan data WHO, sekitar 303.000 perempuan meninggal dunia karena kehamilan dan komplikasi persalinan pada 2015. Di tahun yang sama, 2,6 juta bayi lahir dalam keadaan meninggal atau stillbirth. Enam puluh persen di antaranya atau sekitar 1,46 juta kejadian terjadi pada periode antepartum. Umumnya karena infeksi kehamilan yang tak tertangani, hipertensi, atau pertumbuhan janin yang buruk. Menurut WHO, hal-hal seperti ini seharusnya bisa dihindari jika ibu hamil dapat mengakses antenatal care (ANC) atau asuhan kehamilan yang berkualitas.

Manfaat ANC bagi Ibu Hamil dan Bayi

Menurut definisi WHO, ANC dapat diartikan sebagai layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan profesional kepada ibu hamil untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi. Komponen ANC mencakup identifikasi faktor risiko, pencegahan dan penanganan penyakit yang sedang berlangsung atau yang terkait dengan kehamilan, edukasi kesehatan, dan promosi kesehatan.

ANC berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan dapat mengurangi morbiditas maupun mortalitas kehamilan dan perinatal, baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat ANC secara langsung dalam mengurangi morbiditas maupun mortalitas lewat penanganan penyakit ataupun komplikasi kehamilan yang dialami ibu. Sementara itu, ANC secara tidak langsung dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas melalui deteksi dini faktor risiko. Untuk deteksi dini faktor risiko selama ANC ini, tenaga kesehatan dapat menggunakan aplikasi Sehati Bidan.

Beberapa hal yang direkomendasikan oleh WHO terkait ANC adalah intervensi nutrisi, penilaian kondisi kehamilan dan janin, tindakan pencegahan, dan intervensi gejala umum kehamilan.

  1. Intervensi Nutrisi

Intervensi nutrisi selama ANC dapat berupa edukasi pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung makronutrien dan mikronutrien. Tenaga kesehatan juga dapat memberikan suplemen yang diperlukan ibu hamil, seperti asam folat maupun tablet tambah darah. Intervensi nutrisi dalam ANC ini berfungsi untuk memastikan ibu dan bayi mendapatkan gizi yang cukup selama kehamilan.

  1. Penilaian Kondisi Kehamilan dan Janin

Penilaian kondisi kehamilan dan janin berguna untuk mendeteksi ada atau tidaknya risiko yang dialami ibu selama kehamilan. Selain pengukuran pertumbuhan janin secara rutin, penilaian kondisi kehamilan juga bisa mencakup beberapa tes yang dilakukan di laboratorium, seperti tes hemoglobin, hepatitis, dan HIV. Permintaan untuk melakukan tes memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi faktor risiko secara dini sehingga penanganan lebih cepat dan tepat.

  1. Tindakan Pencegahan

ANC tidak hanya menangani kondisi yang sudah terjadi, tapi juga memastikan ibu hamil tidak mengalami hal yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah dengan memberikan vaksin tetanus kepada ibu hamil setidaknya dua kali dengan jarak 4 minggu antardosis selama kehamilan.

  1. Intervensi Gejala Umum Kehamilan

Dengan ANC, ibu hamil juga bisa tertolong menghadapi gejala umum kehamilan, seperti mual muntah, kram kaki, sakit punggung bagian bawah, heartburn, hingga konstipasi. 

Jumlah ANC yang Disarankan

Sebelumnya, WHO menyarankan 4 kali kunjungan ANC. Namun, bukti terbaru dari WHO menunjukkan bahwa kematian perinatal meningkat pada kondisi 4 kali kunjungan ANC. Di lain sisi, kepuasan ibu hamil meningkat seiring peningkatan jumlah kontak ANC. Dengan begitu, pada 2016, WHO menyarankan minimal 8 kali kunjungan, yakni 1 kunjungan pada trimester pertama, 2 kunjungan pada trimester kedua, dan 5 kunjungan pada trimester ketiga. Namun, WHO turut menyebutkan bahwa setiap negara mungkin menyarankan jumlah minimal ANC yang berbeda tergantung kondisi masing-masing.

Di Indonesia sendiri, pada masa pandemi ini, Kemenkes RI pada 2020 menyarankan minimal 6 kali kunjungan ANC pada kehamilan normal. Dengan rincian, 2 kali di trimester 1, 1 kali di trimester 2, dan 3 kali di trimester 3.

Pada masa pandemi seperti ini, ANC perlu digalakkan mengingat ibu hamil termasuk golongan yang rentan terinfeksi Covid-19. Untuk mengurangi risiko paparan virus, ibu hamil dapat disarankan untuk memanfaatkan layanan telemedis atau homecare.

Sumber:

WHO Recommendations on Antenatal Care

Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi Baru Lahir Kemenkes RI

Leave a Comment

Your email address will not be published.